ARTIKEL SEA GAMES XVI

  1. SEPAK BOLA

 Malaysia Juara Emas SEA Games 2011. Medali emas cabang olahraga sepakbola SEA Games XXVI jatuh ke tangan Malaysia. Mereka mengalahkan Indonesia lewat adu penalti. Setelah kedudukan imbang 1-1 di 90 menit, kedua tim tidak juga mampu Malaysia Juara Emas SEA Games 2011 mencetak gol di babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Untuk menentukan juara, pertandingan harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. Malaysia mampu membalas Malaysia Juara Emas SEA Games 2011 berkat tendangan Mahali.

Indonesia gagal di eksekusi kedua karena tendangan Gunawan Dwi Cahyo membentur tiang sebelah kiri. Di saat memasuki penendang terakhir, Indonesia gagal mencetak gol karena Malaysia Juara Emas SEA Games 2011 sepakan Ferdinand Sinaga mampu dijinakkan Fakhmi. Eksekutor terakhir Malaysia, Baddrol sukses membobol gawang Kurnia Meiga dan membawa Malaysia menjadi juara SEA Games XXVI.

Malaysia merupakan juara bertahan cabang sepakbola di pesta olahraga dua tahunan se-Asia Tenggara ini. Keberhasilan mengalahkan Malaysia Juara Emas SEA Games 2011 Indonesia di pertandingan terakhir Grup A menumbuhkan kepercayaan diri tim Harimau Muda.

Malaysia Juara Emas SEA Games 2011

Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek menyatakan, meraih medali emas di SEA Games memiliki gengsi tersendiri. Sekalipun menjadi juara umum, gelar itu akan Malaysia Juara Emas SEA Games 2011 menjadi hambar jika medali emas di cabang sepak bola gagal didapatkan.

  1. RENANG

 

Pada hari terakhir penyelenggaraan SEA Games 2011, Senin (21/11) fin swimming berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Kontingen Indonesia.
 
Ketiga medali emas itu dipersembahkan oleh atlet Fin Swimming Putri, Angeline Soegianto di nomor 400 meter surface putri. Angeline sukses finis pertama dengan waktu 3 menit 33,30 detik.

Medali emas berikutnya diperoleh atlet Fin Swimming Putra, Muhammad Nurul Fajri di nomor 50 meter surface putra. Fajri mencatat waktu 16,53 detik.

Tim Fin Swimming Putra Indonesia merebut medali emas ketiga di nomor 4×100 meter. Tim Putra Indonesia yang terdiri atas Petrol Apostle Kambey, Reinhard Tommel,Adrian,dan Okta menjadi yang tercepat dengan membukukan waktu 2 menit 29,36 detik.

Prestasi gemilang Tim Fin Swimming Indonesia semakin manis setelah tiga atlet  Indonesia memecahkan rekor baru SEA Games di cabor Fin Swimming.

Atlet Fin Swimming Putri Indonesia, Margareta Herawati memecahkan rekor 100 Bi-fins putri. Herawati mencatat waktu 51,05 detik, melewati rekor sebelumnya, 51,55 detik atas namanya sendiri yang diciptakan pada SEA Games 2009.

Selanjutnya, Atlet Fin Swimming Putra Indonesia, Patrol Gasoline di nomor 200 meter surface putra. Patrol memecahkan rekor baru SEA Games dengan waktu 1 menit 24,60 detik. Waktu yang dicatat Patrol lebih cepat dari rekor lama 1 menit 28,60 detik atas nama Ngu Xuan Phoung dari Vietnam yang diciptakan pada SEA Games 2009.

Pemecahan rekor ketiga di nomor 200 meter surface putri atas nama Angelina Sugianto. Angelina membukukan waktu 1 menit 38,07 detik, lebih cepat dari rekor lama 1 menit 40,54 detik atas nama Nguyen Thi Quynh dari Vietnam pada SEA Games 2009.

 

  1. ATLETIK

     

Arie Nugroho, Palembang Seperti layaknya pembukaan, pesta Penutupan SEA Games ke26 yang dihelat di Stadion Gelora SriwijayaDaftar Cabang Olahraga SEA Games 2011 terdiri dari 44 cabang olahraga (cabor) yang menyediakan 542 medali emas untuk diperebutkan oleh atletatlet dariDaftar cabang olahraga dan gelanggang pertandingan di dua kota penyelenggara Indonesia SEA Games ke 26 Tahun 2011. Yang terpenting dalam Sea Games bukanlah sekedarCabang olahraga atletik belum mampu menyumbangkan medali emas SEA Games XXVI di hari perdana pelaksanaannya di Stadion Atletik Kompleks Olahraga Jakabaring, PalembangInspirasi Anak Indonesia. Selamatkan Minat Baca Anak Indonesia. Ciptakan Insan Cerdas, Berbudaya dan Bermoral.

 

 

 

4. BULU TANGKIS

 

Setelah memastikan merebut medali emas di nomor beregu putra, Indonesia menambah dua emas lewat nomor perseorangan dalam partai final yang berlangsung di Tan Binh Sport Center, Ho Chi Minh City, (12/12). Dua tambahan emas itu dipastikan Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra dan pasangan ganda putri Jo Novita/Lita Nurlita. Sementara, dua perak disumbangkan dari ganda putri dan ganda campuran, dua perunggu direbut dari nomor ganda putra dan beregu putri.

Sony menjadi satu-satunya tunggal Indonesia yang masuk final, setelah mengalahkan pemain Malaysia, Muhammad Roslin Hashim, 15-0, 15-1. Tunggal Indonesia lainnya, Simon Santoso yang sempat membuat kejutan di nomor beregu, harus takluk di tangan pemain Malaysia lainnya Wong Choong Han, 15-0, 15-12. Di nomor beregu, Sony bermain taktis untuk mengalahkan Wong dan memenangkan pertandingan dua set langsung, 15-8, 15-5.

“Saya tahu Wong memiliki pertahanan yang sangat bagus. Saya tidak mau menyerang, karena akan jadi bumerang. Saya berusaha menerapkan taktik dan strategi pelatih, tarik ulur hingga musuh ketereran. Sangat senang bisa mempersembahkan emas di SEA Games pertama saya ini,” kata Sony yang merupakan kelahiran 7 Juli 1974 itu.

Selain dari Sony, emas Indonesia lainnya disumbangkan ganda putri yang meloloskan dua pasangan ke final, Jo Novita/Lita Nurlita dan Eny Erlangga/Lilyana Natsir. Di semifinal, Jo Novita/Lita Nurlita mengalahkan Chin Eei Hui/Wong Pei Tty dari Malaysia, Eny Erlangga/Lilyana Natsir menyingkirkan pasangan Singapura, Jiang Yanmei/Xiao Luxi. Pertarungan final dua pasangan Indonesia ini justru berjalan alot. Jo Novita/Lita Nurlita unggul di set pertama, 15-13, sebelum dibalas Eny Erlangga/Lilyana Natsir di set kedua, 11-15. Di set penentuan, akhirnya Jo Novita/Lita Nurlita memenangkan pertandingan, 15-7.

Sementara, sebagai pasangan ganda campuran satu-satunya yang lolos, Anggun Nugroho/Eny Widyowati gagal mempersembahkan medali. Bertemu Suket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dari Thailand, pasangan Indonesia itu menyerah dalam pertarungan dua set, 15-12, 15-7. “Pasangan Thailand memang bagus, tapi pemain kita sama sekali tidak menunjukkan permainan yang smart, gampang sekali dikalahkan,” kata Christian.

Di final ganda putra, pasangan Malaysia, Lee Wan-Wah/Choong Tan Fook yang di semifinal mengalahkan pasangan Indonesia, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, merebut emas, setelah mengalahkan pasangan Malaysia lainnya, Chew Choon Eng/Chang Kim Wai, 15-6, 15-5. Malaysia juga menambah perbendaharaan emasnya lewat kemenangan Wong Mew Choo atas pemain Thailand, Salakjit Ponsana 11-5, 11-5, di final partai tunggal putri. Di partai ini, tak satu pun pemain Indonesia lolos sampai semifinal.

Setelah Indonesia, posisi kedua ditempati Malaysia dengan dua emas, diikuti Thailand dengan satu emas dan Singapura yang secara mengejutkan mendapat satu emas di nomor beregu putri.

  1. FUTSAL

 

Timnas futsal Indonesia menatap serius pertandingan kedua babak penyisihan Grup A SEA Games XXVI menghadapi Filipina. Selaku pelatih, Robby Hartono berharap anak-anak asuhnya bisa meraih kemenangan dan mendulang banyak gol di laga tersebut.

Pada pertandingan pertama melawan Vietnam, Indonesia bermain imbang dengan skor 2-2. Menilik hasil itu pula, Robby bertekad mengantarkan Indonesia ke semifinal sebagai juara grup mengharapkan Vennard Hutabarat dan kawan-kawan bisa mencetak banyak gol karena hanya dengan jalan tersebutlah mereka bisa melenggang dengan mencapai terget.

“Kami pastinya ingin lolos sebagai juara Grup. Dan menghadapi Filipina, kami harap bisa mencetak banyak gol,” ujar Robby.

“Bukan bermaksud meremehkan, namun memang cuma dengan cara itu (mencetak banyak gol) kami bisa mencapai target,” sambungnya.

“Kami harus meningkatkan produktivitas gol. Caranya, pemain harus lebih percaya diri, merasa lebih rileks, kalem dan saya ingin meraka enjoy,” pungkas Robby.

Target lolos sebagai juara grup adalah upaya Indonesia menghindari pertemuan dini denganThailand yang merupakan lawan terberat di kawasan Asia Tenggara selama ini. Menanggapi hal itu, Robby pun menyatakan keberatannya.

“Yang jelas saya ingin tim ini selalu mendapatkan hasil terbaik, termasuk menjadi juara Grup. Untuk lawan, saya pikir setiap lawan harus diwaspadai seperti halnya lawan kita hari ini Vietnam,” cetusnya.

Sementara kapten tim Vennard Hutabarat yakin di pertandingan melawan Filipina, Indonesia akan meraih hasil yang lebih baik. Dia berkaca pada penampilan melawan Vietnam di mana para pemain Indonesia menunjukan semangat juang tinggi untuk tetap mendapatkan hasil optimal.

Diketahui pada laga melawan Vietnam, Indonesia nyaris tumbang. Untungnya, di 12 detik sisa waktu pertandingan Saleh Ohorella bisa mencetak gol penyeimbang kedudukan menjadi 2-2.

“Mental kami agak terganggu, untungnya bisa bangkit dengan menunjukan semangat pantang menyerah. Harus diakui kita punya banyak peluang dan saya pikir faktor keberuntungan saja yang tidak berpihak,” ungkap Vennard.

 

  1. KARATE

 

tim kumite beregu putra Indonesia berhasil menambah perolehan medali setelah dua hari sebelumnya mengemas delapan medali emas.

Delapan medali emas sebelumnya adalah dari kata perorangan putra (Faizal Zainuddin), kata perorangan putri (Flenty Enoch), kata beregu putra-putri, kelas +84 kilogram putra (Umar Syarif), kelas -60 kilogram kumite putra (Donny Dharmawan), -67 kilogram kumite putra (Jintar Simanjuntak) dan -68 kilogram kumite putri atas nama Yolanda Asmuruf.

Tommy pernah ikut berjuang ketika mengantarkan kontingen Indonesia tampil sebagai juara umum pada SEA Games 1997 di Jakarta dan ketika itu ia menyumbangkan dua medali emas.

“Tetapi setelah 1997 itu tak ada lagi prestasi tinggi dari karate. Paling-paling hanya mendapat tiga-empat medali emas. Bagaimana pun pembinaan harus tetap berjalan dan saya merasa sangat optimis melihat apa yang dilakukan oleh PB Forki ke depan,” ujarnya.

“Kali ini mereka sangat wajar berhasil karena mereka telah melewati persiapan dan perjuangan yang panjang. Mereka sudah mengorbankan segalanya hanya untuk Merah Putih,” tambah Tommy Firman.

  1. JUDO

Tim Judo Indonesia gagal menjadi juara umum perolehan medali cabang judo SEA Games XXVI/2011 dan hanya menempati peringkat kedua di bawah Thailand.

Selama empat hari pertandingan yang digelar sejak Kamis hingga Minggu, tim Indonesia mendulang empat medali emas, dua perak dan tujuh perunggu.

 

Pada hari keempat, Indonesia meraih satu emas dan tiga perunggu. “Secara umum target tim Indonesia tiga medali emas terlampaui. Perolehan medali jauh lebih baik dibanding pada SEA Games 2009 Laos yang hanya satu emas dan empat perunggu,” kata Manajer Tim Indonesia Bachtiar Utomo.

Thailand menjadi juara umum dengan membukukan lima medali emas, tiga perak dan enam perunggu. Pada hari terakhir Thailand meraih satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Tim Vietnam berada di peringkat ketiga dengan empat emas, dua perak, dan lima perunggu.

Perolehan medali cabang judo relatif merata, semua negara peserta mampu mendulang medali. Termasuk di papan tengah, Myanmar, Laos dan Filipina juga meraih satu emas.

Tiga negara lainnya gagal meraih emas yakni Kamboja, Malaysia, dan Singapura. Namun secara umum sebaran medali yang merupakan gambaran peta kekuatan judo lebih merata.

“Persaingan berlangsung cukup ketat, Thailand dan Vietnam tidak lagi mendominasi. Hasil empat emas, dua perak dan tujuh perunggu bagi Indonesia sudah sangat maksimal,” kata Bachtiar.

Sementara itu Tim Indonesia mencatat sebagai tim pembuka raihan medali emas sekaligus penutup perebutan emas. Emas pertama cabang judo dipersembahkan oleh pasangan Suliswanto/ Embun Cahyono pada nomor nage-no kata dan medali emas terakhir cabang itu diraih Horas Manurung dari randori kelas 90kg.

“Raihan medali emas Indonesia dibukukan dari nomor yang ditargetkan, namun yang menggembirakan atlet-atlet musa yang baru tampil perdana di SEA Games bisa maksimal dan mempersembahkan medali,” kata Bachtiar.

Dari 16 nomor yang diperebutkan, tercatat hanya tiga nomor yang gagal mempersembahkan medali.

 

  1. 8.      Taekwondo.

Indonesia Gagal Tambah Emas di Taekwondo

 

Lessitra Draningrati menyumbang medali emasi dari Taekwondo (Dhoni Setiawan/Antara)

VIVAnews – Kontingen Indonesia gagal menambah perolehan medali emas di cabang taekwondo SEA Games, Sabtu 12 November 2011. Dua harapan Indonesia gugur di semifinal nomor Kyorugi (pertarungan) di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Di nomor Kyorugi putri kelas di bawah 62 kilogram, Vony Dian Permatasari, harus mengakui keunggulan Maria Camile Manalo. Taekwondoin Filipina ini akhirnya meraih medali emas usai mengalahkan taekwondoin Vietnam, Nguyen Thanh Thao di babak final.

Hasil serupa juga diraih taekwondoin putra Indonesia pada kelas Kyorugi di bawah 74 kilogram. Yulius Fernando harus mengakui keunggulan taekwondoin Vietnam, Thanh Tam Duong yang akhirnya meraih medali emas dengan mengalahkan taekwondoin Thailand, Peerathep Sila On di babak final.

Dengan demikian, hingga hari pertama, Indonesia meraih tiga medali emas dari nomor Poomsae atau seni. Yakni, di nomor perorangan putri lewat Lessitra Draningrati, pasangan putra, serta Daniel Danny Harsono (perorangan putra).

Pada dua nomor lainnya, yakni beregu putri diraih Filipina yang mengalahkan Vietnam. Nomor ini hanya diikuti dua negara.

Sementara itu, satu nomor lainnya yakni pasangan campuran menjadi milik Vietnam. Tim Negeri Paman Ho ini ganti mengungguli Filipina.

  1. 9.     POLO AIR

Indonesia bertemu Singapura final polo air putri

Tim nasional polo air putri Indonesia, melakukan latihan di stadion renang Lumban Tirta Palembang, Rabu (26/10). Dengan persiapan yang cukup matang tim polo air putri berambisi meraih emas pada Sea Games XXVI. FOTO (ANTARA//Feny//11)

 

Palembang (ANTARA) – Regu putri tuan rumah Indonesia akan bertemu dengan lawan tangguh Singapura pada laga final polo air SEA Games 2011 di Palembang, Sabtu.

Hasil kemenangan Singapura atas Malaysia dengan angka telak 26-6 yang berlangsung dikolam renang Lumban Tirta Palembang, Jumat, mengantarkan Singapura menghadang Indonesia pada laga final nanti.

Indonesia yang pada pertandingannya sebelumnya juga mengalahkan Malaysia sama-sama meraih nilai penuh atas kemenangannya sehingga kedua regu ini berhak tampil di final untuk memperebutkan medali emas di pesta olahraga dua tahunan itu.

Pelatih Singapura Luo Nan usai pertandingan melawan Malaysia mengatakan bahwa mereka siap melawan Indonesia.

“Strategi yang akan dipakai nanti dalam melawan Indonesia adalah meningkatkan disiplin pertahanan mengantisipasi pola permainan menyerang tuan rumah,” kata Luo Nan.

Sementara itu manajer tim Indonesia Heru Purwanto menyatakan bahwa ia sebelumnya juga sudah menduga akan berhadapan dengan Singapura di partai puncak.

Indonesia menurut Heru harus siap untuk menghadapi Singapura walaupun lawannya cukup berat, namun ia yakin bahwa semua bisa berubah di arena pertandingan nanti.

“Melihat permainan Singapura melawan Malaysia, kita yakin anak-anak bisa melakukan perlawanan untuk meraih kemenangan,” kata Heru lagi.

Cabang polo air putri di SEA Games XXVI hanya diikuti tiga peserta yakni Malaysia, Singapura dan Indonesia. Medali perunggu sudah dipastikan diraih Malaysia yang gagal melangkah ke final.

Polo air putri untuk pertama kalinya dipertandingkan pada SEA Games XXVI 2011.

SEA Games 2011 menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekitar pukul 19.00 WIB di Stadion Sriwijaya Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang.

 

  1. 10.                  Tinju

Tinju Raih Dua Emas

 

 1

PALEMBANG, KOMPAS.com Menjelang penutupan SEA Games XXVI/2011, tinju menambah perolehan dua emas untuk Indonesia. Emas di tinju ini diraih Alex Tatontos di kelas menengah putra 75 kilogram dan Julio Bria di kelas terbang putra 52 kg.

Alex tampil gemilang saat melawan petinju Malaysia, Mohd Farkhan, di Basket Hall Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/11/2011). Ia langsung menyerang sejak awal ronde dengan pukulan-pukulan telak tanpa memberi kesempatan kepada musuhnya.

Ruang basket hall bergemuruh oleh suara suporter Indonesia dan Malaysia saat pertarungan tiga ronde itu berlangsung. Farkhan yang mempunyai jangkauan lebih panjang berusaha mengimbangi dan sempat menyarangkan beberapa pukulan.

Namun, petinju Makassar yang kerap disebut mempunyai gaya seperti Mike Tyson itu terlalu tangguh. Alex memimpin dari ronde awal dengan 11-4, 18-12, dan 25-16.

“Ini debut saya yang pertama di SEA Games. Saya sangat bangga dengan kemenangan ini,” kata Alex seusai pertandingan.

Pertarungan Julio Bria dengan petinju Thailand, Butdee Chatchai, pun tak kalah seru. Kedua petinju itu adu cepat menyarangkan pukulan ke tubuh lawannya. Julio yang beberapa kali mendapat peringatan wasit karena memiting dan menyeruduk ini berhasil menang tipis dengan poin 19-16.

Empat petinju putra Indonesia bertarung di final Senin malam. Matius Mandiangan dan Afdan Bachtilda harus puas dengan perak setelah tumbang dari lawan-lawannya. Matius berhadapan dengan petinju Philipina, Charly Suares, di kelas ringan putra 60 kg dengan perolehan poin terakhir 7-26.

Adapun Afdan menghadapi petinju Philipina, Galvan Dennis, di kelas welter ringan putra 64 kg dengan poin akhir 14-16.

Perolehan medali di tinju pada SEA Games XXVI ini 2 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Medali perak di kelas putri diraih Irene Sasihiang di kelas 46 kg putri.

Juara umum tinju diraih Thailand dengan tujuh medali emas

  1. 11.                  Tenis

Raih 3 Emas di Cabang Tenis SEA Games, Prima Pilih Keluar dari PNS

Tegal – Prima Simpati Aji, atlet tenis asal Tegal, Jawa Tengah memutuskan untuk keluar dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tegal. Atlet peraih 3 medali emas pada cabang olah raga tenis pada SEA Games XXVI 2011 kemarin mengaku telah memutuskan tekadnya untuk keluar dari PNS agar bisa lebih konsentrasi dalam meraih prestasi.

Ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (26/11/2011), pria kelahiran tahun 1981 ini mengaku merasa tidak nyaman dengan poisisnya sebagai PNS karena harus sering tidak masuk kerja karena harus bolak balik Tegal-Jakata untuk meningkatkan prestasi olahraganya.

“Karena tingginya aktivitas serta fokus dengan dunia tenis, maka saya terpaksa mengndurkan diri dari PNS. Selain tidak nyaman karena harus sering meninggalkan kantor saat ada latihan menjelang even nasional maupun internasional, juga menghindari kecemburuan dari rekan-rekan sekerjanya yang sering berkali-kali tidak masuk kerja,” tegas Prima Simpati Aji kepada detikcom.

Pada Sea Games 2011 lalu, Prima berhasil meraih 3 medali emas dalam cabang olahraga soft tenis. Ketiganya adalah pada partai beregu putra, tunggal putra dan ganda putra, dengan menundukan petenis Laos, Filipina dan Thailand. Untuk kemenangan ini, Prima berhasil mendapatkan bonus sebesar Rp 600 juta dari pemerintah.

“Selain untuk kebutuhan masa depan, uang tersebut juga rencannya untuk membahagian orang tua dengan memberangkatkan umroh kedua orang tua saya,” ucapnya.

Sementara itu Purnomo, orang tua Prima mengatakan dirinya menerima keputusan keluar dari PNS yang telah diambil oleh anaknya. Ia menilai dengan berfokus pada olahraga dan meraih prestasi, sama halnya dengan mengabdi kepada bangsa dan negara.

12. Tenis meja

Tenis Meja Tanpa Emas di SEA Games 2011

Posted by redtribun on 16 November, 2011 in Olympic | 0 Comment

TRIBUNSPORT.COM – Cabang olahraga tenis meja dipastikan tak menyumbang medali emas di SEA Games XXVI ini. Dua emas terakhir yang diperebutkan hari ini melayang setelah atlet tuan rumah gagal masuk final.

Di Soemantri Brojonegoro, Rabu (16/11/2011) pagi hingga siang ini, dua petenis meja Indonesia masing-masing di nomor tunggal putra dan tunggal putri tumbang di babak semifinal.

Bertanding lebih dulu, Christine Ferliana dipaksa mengakui keunggulan Feng Tian Wei (Singapura)setelah bertarung lima set. Lewat laga sengit, Christine menyerah dengan skor 6-11, 11-4, 11-9, 11-8 dan 11-4.

Juga gagal memetik kemenangan dan meraih tiket ke final adalah Santoso Ficky Supi di nomor tunggal putra. Dia harus mengakui keunggulan Yang Zi setelah bertarung habis-habisan selama lima set dengan 11-9, 11-5, 11-13, 11-3 dan 10-12.

Hasil tersebut membuat Indonesia gagal dapat satupun emas di cabang tenis meja. Singapura sejauh ini masih dominan dengan telah mengamankan tiga emas dan dua perak.

 

13. Angkat Besi

14 Rekor Baru Angkat Besi Ada di SEA Games 2011

TEMPO.CO, Palembang – Empat belas rekor baru SEA Games tercipta pada perhelatan olahraga se-Asia Tenggara XXVI-2011 untuk cabang angkat besi putra di Palembang, Sumatera Selatan, 18-19 November.

Lifter Eko Yuli Irawan asal Indonesia pada kelas 62 kilogram memperbarui tiga rekor SEA Games atas namanya sendiri pada SEA Games 2009 di Laos.

Pada jenis angkatan snatch dari 135 kilogram menjadi 136 kilogram, angkatan clean and jerk 165 kilogram menjadi 166 kilogram dan total angkatan 300 kilogram menjadi 302 kilogram.

Lifter Indonesia Tiyatno kelas 69 kilogram memperbarui satu rekor SEA Games atas namanya sendiri pada jenis angkatan clean and jerk dari 180 kilogram menjadi 181 kilogram juga diraih di SEA Games 2009.

Pemecahan dua rekor SEA Games pada kelas 85 kilogram dilakukan lifter Thailand Pitaya Tibnoke atas nama lifter Indonesia Sandow Walderas Nasution yang dicatatnya di SEA Games di Filipina 2005 untuk jenis angkatan clean and jerk seberat 188 kilogram menjadi 189 kilogram serta total dari 334 menjadi 338 kilogram.

Lifter Thailand lainnya, Suthiphon Watthanakakasikam, pada kelas 94 kilogram juga memperbaiki rekor SEA Games atas namanya sendiri untuk tiga jenis angkatan. Ia berhasil mengangkat barbel seberat 169 kilogram pada jenis angkatan snatch dan jenis angkatan clean and jerk seberat 193 kilogram sehingga total angkatannya seberat 362 kilogram.

  1. 14.            Wushu

Wushu Lampaui Target Emas

“Sampai hari ini, target sudah melebihi. Kami sudah meraih enam medali emas.”

 

 

Wushu Kembali Sumbang Emas Di Sea Games XXVI 2011 (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews – Cabang olahraga Wushu sukses melampaui target perolehan medali emas di SEA Games XXVI. Sampai hari ini, Minggu 20 November 2011, Susyana Tjhan cs sudah mengumpulkan enam medali emas.

Siang ini, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Wushu menambah torehan dua medali emas di nomor Gun Shu dan Dao Shu putra, atas nama Achmad Hulaefi dengan total poin 19.43, dan Susyana di nomor Jianshu dan Qiang Shu putri dengan total poin 19.44.

Dengan hasil ini, Wushu berhasil melampaui perolehan yang ditargetkan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), yakni lima medali emas.

“Sampai hari ini, target sudah melebihi. Kami sudah meraih enam medali emas,” ungkap Manajer Tim Wushu Indonesia, Nanang Soleh.

Meski sudah melampaui target, Wushu masih berpeluang meraup tambahan medali emas. Sore ini, atlet-atlet Merah Putih akan mengikuti semifinal di beberapa nomor dan satu final di nomor 60 kg putri, atas nama Moria Malau.

“Peluang-peluang emas berikutnya akan kami maksimalkan. Bagi kami, pesaing terberat adalah Vietnam,” tambah Nanang.

Lebih lanjut, sang manajer mengungkapkan kunci sukses tim Wushu Indonesia. Menurutnya, PBWI menggembleng atlet-atletnya dalam latihan rutin dan tidak tergantung pada program pelatihan nasional (pelatnas).

“Kami tidak tergantung pada program pelatnas, yang dimulai pada Januari 2011. Di luar itu, kami sudah menggelar latihan internal dan latihan berkelanjutan masing-masing pengurus provinsi,” tutup Nanang. (eh).

 

 

  1. 15.                  Balap Sepeda

Kembali medali emas diperoleh kontingen Indonesia dari kategori Balap Sepeda – BMX Putra. Buamin Berhasil mengungguli lima pesaingnya pada kejuaraan yang berlangsung di Ancol (18/11/11).

 

Buamin Sumbang Medali Emas Sea Games 2011 Balap Sepeda – BMX Putra

Indonesia yang menurunkan dua rider BMX andalannya, Buamin dan Toni Syarifudin memang terlihat diatas angin sejak kualifikasi dimulai. pesaing terdekatnya hadir dari Thailand dan Malaysia. Dari tiga run sebelum babak final, dua rider Indonesia hanya sekali tertinggal dari pebalap Thailand. Itu pun terkendala oleh rantai yang terlepas.

Sedangkan medali perak jatuh ke tangan Toni Syarifudin dengan selisih waktu 0,648 detik di belakang Buamin. Thailand yang menurunkan tiga rider pada babak final, berhasil meraih medali perunggu melalui tangan Narong Klinsurai.

Hasil :

1. Buamin                         Indonesia             44, 474 (Emas)

2. Toni Syarifudin               Indonesia             45, 122 (Perak)

3. Narong Klinsurai             Thailand               45, 990 (Perunggu).

 

 

  1. 16.                  Lari

 

 

 

Hasil Lari SEA Games XXVI 2011Hasil Lari SEA Games XXVI 2011 Indonesia Meraih Kemenangan – Fernando Lumain, Franklin Ramses Burumi, Fadlin, dan Farrell Oktaviandi sukses merebut emas nomor lari estafet 4×100 meter. Kunci kemenangan ‘F4’ alias ‘Kuartet F’ ini terletak pada kekompakan tim.
Dalam lomba di venue atletik, Jakabaring Sport City, Selasa (15/11/2011), Fernando yang jadi pelari pertama sempat tertinggal cukup jauh. Namun, Indonesia mulai bisa mengejar di bagian kedua di mana Franklin jadi pelarinya.
Pada bagian ketiga dan keempat, persaingan dengan pelari Singapura sangat ketat, bahkan sampai garis finis. Hingga beberapa saat setelah Farrell menyentuh garis finis pun, belum diketahui siapa yang jadi pemenang.
Setelah panitia mengeluarkan hasil lomba, barulah senyum lebar mengembang di wajah tim Indonesia. Mereka menang setelah membukukan waktu 39,905 detik atau cuma berselisih 0,004 detik dari catatan waktu Singapura.
“Senang sekali, nggak nyangka bisa dapat emas,” seru Fadlin kepada wartawan seusai perlombaan.

  1. 17.                  Dayung

Dayung Tambah 2 Emas Indonesia Sea Games 17 November 2011. Pundi-pundi medali emas Indonesia kembali bertambah di hari ketujuh gelaran SEA Games. Cabang dayung baru saja menambah dua emas dari nomor lightweight rowing putri dan M8 putra.

Dalam laga final yang dilangsungkan di Danau Cipule, Karawang, Jawa Barat, tim lightweight rowing putri Indonesia menjadi yang tercepat untuk bisa merebut podium teratas. Catatan waktu yang ditorehkan Femy Batuwael, Sri Rahayu Masi, Yayah Rokayah dan Ratna adalah tujuh menit 06,410 detik.

Kuarter tersebut mengalahkan tim dayung Vietnam yang meraih perak usai menempuh waktu tujuh menit 11,010 detik, atau 4,600 detik lebih lambat dari pedayung Indonesia. Medali perunggu nomor ini jadi milik tim Thailand dengan waktu 07:22.830.

Emas juga dipersembahkan tim dayung putra yang berlaga di nomor M8. Mencatat waktu lima menit 58,090 detik, Iswadi, Jarudin, Mochamad Alidarta, Ramdan Deny Prakas, Thomas Hallatu, Agus Budi Aji, Ketut Suksasna, Jamaluddin dan Ihram berhak atas podium teratas.

Meraih perak di nomor ini adalah tim dayung Vietnam, sementara perunggu jadi milik Thailand.=

Total ada enam medali emas diperebutkan di Kamis (17/11/2011) ini. Hari ini juga merupakan hari terakhir digelarnya cabang dayung.

 

  1. 18.  Sepak Takraw

Cabang sepak takraw akhirnya meraih medali emas pada laga terakhir, Senin (21/11/2011) di arena SEA Games, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Duo Indonesia, Yudi Purnomo dan Saiful Rizal, menumbangkan duo Myanmar, Aung Zaw Zaw dan Un Si Thu, dengan skor 3-2 (15-10, 9-15, 15-8, 17-15).

Medali perunggu dikalungkan kepada tim Filipina dan Laos. Satu-satunya emas yang diraih pada hari terakhir pertarungan ini menjadi pelipur lara setelah lima emas lain gagal direbut. Empat emas nomor regu putra dan putri serta nomor tim putra dan putri direbut Thailand.

Adapun satu emas nomor ganda putri digaet Vietnam. Atas hasil ini, sepak takraw Indonesia meraih satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Emas sepak takraw ini juga mengakhiri penantian selama 40 tahun sejak Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia didirikan. Sejak kali pertama mengikuti SEA Games, yakni tahun 1977 di Kuala Lumpur, sepak takraw selalu meraih perak sebagai medali tertinggi.

Tim pelatih, pengurus, dan para pemain tidak kuasa menahan rasa haru atas hasil yang diraih Rijal dan Yudi, dengan pemain cadangan Novrizal. “Saya belum bisa ngomong. Sejak 40 tahun sepak takraw berdiri dan sejak 34 tahun ikut SEA Games, baru kali ini dapat emas,” kata Manajer Tim Sepak Takraw Indonesia Usep Saprudin, yang tidak kuasa menahan air matanya.

  1. 19.  Lompat Indah

Hasil Loncat Indah SEA Games 2011

 

Hasil Loncat Indah SEA Games 2011 – Atlet Indonesia kembali menambah perunggu dari loncat indah setelah pasangan Andriyan dan Akhmad Sukan Jamjami merebut tempat ketiga di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Senin (14/11/2011). Medali perunggu itu direbut dari nomor tiga meter sinkronisasi putra.

Medali emas di nomor ini direbut oleh Ken Nee Yeoh dan Bryan Nickson Long dari Malaysia dengan 392,31 poin. Medali perak direbut oleh pasangan Filipina, Nino Carog dan Jaime Asok dengan 342,99 poin.

Andriyan dan Jamjami sempat bersaing dengan Nino/Jaime tetapi akhirnya mereka hanya dapat mengumpulkan 332,4 poin dan merebut perunggu. “Sebenarnya kami masih dapat bersaing untuk medali perak tetapi mereka lebih bagus di dua loncatan akhir,” kata Andriyan.

 

 

 

  1. 20.  Voli Pantai

Koko mengaku raihan emas SEA Games ketiga ini jauh lebih manis.

 

Koko Prasetyo (kiri) (Andika Wahyu/Antara)

Pasangan Indonesia-1 ini meraih emas setelah mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Dian Putra Sentosa/Ade Candra. Pasangan Indonesia memang mendominasi voli pantai putra karena ini juga menjadi final ulangan voli pantai SEA Games 2009.

Menghadapi juniornya, Andy/Koko sempat dibuat sulit pada pertandingan final di Stadion Voli Pantai Jakabaring, Palembang Sabtu 19 November 2011. Meski begitu Andy/Koko tetap sukses mencetak kemenangan dua set langsung 21-17 dan 21-17 untuk menjadi jawara SEA Games ketiga beruntun setelah 2007 dan 2009.

Koko mengaku raihan emas SEA Games ketiga ini jauh lebih manis, pasalnya diraih di kandang sendiri. “Senang akhirnya bisa meraih emas lagi, ini hattrick bagi kami. Tapi, ini terasa lebih manis karena di negara sendiri,” ujar Koko usai pertandingan.

Sedangkan medali perunggu direbut pasangan Thailand, Kittipat Yungtin/Teerapat Pollueang. Mereka mengalahkan kompatriotnya, Sittichai Sangkhachot/Prathip Sukto dengan 19-21, 21-17 dan 15-8.

Sayangnya, sukses Andy/Koko tidak diikuti oleh pasangan putri Indonesia, Ayu Cahyaning Siam/Dhita Juliana yang dikalahkan pasangan Thailand, Kamoltip Kulna/Varapatsorn Radaro dengan 22-20 dan 21-15.

 

  1. 21.            Selancar

kompas com sea games 2011 selancar air

09 December 2011, Posted by PPCI | Category : Info Lowongan CPNS

kompas com sea games 2011 selancar air,The Nationwide Fabric > Urban Transportation, Sports Facilities and Infrastructures hebatnya Sukan SEA ni, 24 station TV dari 10 negara akan meliput secara liveOlahraga KOMPAS.com Tim layar Indonesia yang berlomba dalam SEA Games XXVI2011 masih bertumpu pada peselancar andalan putra I Gusti Made Oka

 

 

  1. 22.  Hanggar

Emas Pertama Anggar 16 November 2011 Sea Games XXVI 2011 Untuk Indonesia

   

Emas Pertama Anggar 16 November 2011 Sea Games XXVI 2011 Untuk Indonesia. – Indonesia akhirnya merebut medali emas pertamanya di cabang anggar. Dalam laga final nomor tim sabre putri, peanggar tuan rumah mengalahkan tim Vietnam.

Dalam laga final yang dilangsungkan di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Rabu (16/11/2011), emas datang dari trio Maria Wauran, Diah Permatasari, dan Amelia Noerliyani. Ketiganya harus menjalani pertarungan ketat sebelum menyudahi pertandingan dengan skor tipis 45-42.

“Hal ini tak lepas dari strategi dan evaluasi titik kelemahan tiga hari lalu, teru

terutama di spirit dan teknik,” jelas Lucky Ramdhani, pelatih tim sabre putri Indonesia seusai pertandingan.

Laga final nomor ini berlangsung seru dengan Reni Anggreini yang turun di nomor pamungkas harus jatuh-bangun saat menghadapi atlet Vietnam. Dukungan penonton tuan rumah yang tak henti akhirnya mampu memberi Indonesia kemenangan.

“Saya persembahkan mendali emas ini untuk Indonesia tercinta. Saya berjuang jatuh bangun melawan,” ujar Reni Anggreini terisak.

Sayangnya sukses tim putri tidak diikuti tim putra yang turun di nomor Epee. Trio Cucu Sundara, Indra Jaya Kusuma dan Budi Darmanto harus menyerah di tangan tim Thailand dengan skor ketat 42-43.

Emas yang diraih tim sabre putri merupakan emas pertama Indonesia di cabang anggar. Atlet Vietnam sejauh ini jadi yang paling dominan dengan telah merebut tiga emas.

 

  1. 14.  Memanah

Indonesia Juara Umum Cabang Panahan

Tribunnews.com – Jumat, 18 November 2011 17:08 WIB

 

 

 

 

 

 

Tim panahan beregu putri, Ika Yuliani (kanan) dan Erwina Safitri saat melawan tim Vietnam dalam laga panahan nomor Recurve Woman Team 70 meter Sea Games XXVI/2011 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2011). Tim panahan beregu putri Indonesia menang dan meraih emas dengan skor 206 melawan 187.

 

  1. 15.                  Menembak

Edwan Ruriansyah, Haryanto Tri Wibowo

VIVAnews – Cabang menembak sumbang emas kedua bagi Indonesia di ajang SEA Games 2011. Emas itu datang melalui Maharani Ardy dari nomor 50 meter rifle prone putri, Senin 14 November 2011.

Dengan total 593 poin dari 100 usaha tembakan, Maharani sukses menyabet emas. Ia mengalahkan atlet Thailand, Pichitkanjanakul Vitchuda yang mengoleksi 592 poin.

“Emas ini paling spesial karena di ajang SEA Games. Untuk Asia Tenggara memang ada turnamen khusus menembak, cuma SEA Games ini lebih bergengsi,” ujar Maharani yang tidak bisa menahan air mata seusai pertandingan.
Medali perunggu jatuh ke tangan atlet Malaysia, Zulkifli Muslifah dengan total poin 587. Sedangkan atlet senior Indonesia, Erlinawati yang memenangkan emas pada nomor yang sama di SEA Games 2009, hanya mampu menduduki posisi 6 dengan 586 poin. Sedangkan Maharani pada SEA Games 2009 lalu hanya meraih medali perunggu dari nomor 50 meter rifle prone putri beregu.

Ini merupakan emas kedua dari cabang menembak. Sebelumnya, penembak putra Anang Yulianto berhasil menyabet emas dari nomor 25 meter standard pistol. (eh)

  1. 16.                  Catur

Susanto Raih Satu-satunya Emas Cabang Catur

Susanto hanya butuh hasil remis di pertandingan terakhir untuk meraih emas.

VIVAnews – Grand Master (GM) Susanto Megaranto mempersembahkan emas semata wayang dari cabang catur bagi Indonesia di SEA Games 2011. Susanto mengemas 4 poin dalam perlombaan standard chess yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Senin 21 November 2011.

Pada putaran 5, Susanto bermain remis saat melawan Fide Master (FM) asal Myanmar, Kyaw Lin Naing. Susanto melangkah dengan Hindia Menteri dan menawarkan remis kepada Lin Naing di langkah kedelapan. Hasil remis menghadapi Lin Naing cukup bagi Susanto untuk meraih emas.

“Saya lihat posisi cukup kuat sehingga menawarkan remis di langkah kedelapan. Lawan menerima, dan saya senang karena saya memang hanya membutuhkan hasil remis,” tegas Susanto.

Ini adalah emas pertama bagi Indonesia dari cabang catur. Sebelumnya, Susanto gagal mempersembahkan medali emas dari nomor pairing mix.

Ini juga menjadi medali emas pertama bagi pecatur berusia 24 tahun tersebut. Pada SEA Games 2003 dan 2005 lalu, Susanto gagal. Sedangkan pada 2007 dan 2009 cabang catur tidak dipertandingkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s