CONTOH TEKS EKSPLANASI

Fenomena Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana bulan (shalat khusuf). Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Gerhana Bulan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
• Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Tugas KWU artikel Teknologi Tepat guna

A. Pengertian teknologi tepat guna

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya. Selain itu, teknologi tepat guna atau yang disingkat dengan TTG adalah teknologi yang digunakan dengan sesuai (tepat guna). Ada yang menyebutnya teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.

B. Ciri-ciri teknologi tepat guna

Sebagaimana telah dikemukakan pada kriteria dan syarat dan kesesuaian TTG, dapat dikemukakan ciri-ciri yang cukup menggambarkan TTG (walaupun tidak berarti sebagai batasan) adalah sebagai berikut:

1. Perbaikan teknologi tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transportasi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu tempat.
2. Biaya investasi cukup rendah/ relatif murah.
3. Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan setempat.
4. Masyarakat mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
5. Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat termasuk sumber alam, energi, bahan secara lebih baik dan optimal.
6. Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar (self-realiance motivated).

C. Manfaat teknologi tepat guna

Penerapan TTG adalah sebuah usaha pembaharuan. Meskipun pembaharuan itu tidak mencolok dan masih dalam jangkauan masyarakat, tetapi harus diserasikan dengan keadaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta alam. Kalau tidak, maka usaha pembaharuan itu akan mendapat hambatan yang dapat menggagalkan usaha pembaharuan tersebut.

Usaha pembaharuan itu dirancang sedemikan rupa sehingga seluruh masyarakat merasa bahwa pembaharuan adalah prakarsa mereka sendiri. Berarti di dalam pembaharuan teknologi itu, terdapat minat dan semangat dalam masyarakat tersebut.

Banyak orang keliru dalam berpendapat kalau orang membawa pompa bambu, biogas, pengering dengan energi radiasi matahari sederhana kedesa, maka orang itu telah menerapkan teknologi tepat guna. Membawa paket-paket teknologi sederhana tersebut kesebuah desa belum dapat dikatakan sebagai penerapan teknologi tepat guna, bahkan dapat menjerumuskan, apabila tidak disertai pendidikan kepada masyarakat desa tersebut, bagaimana cara membuat dan memperbaiki alat tersebut. Paling ideal penerapan teknologi tepat guna adalah teknologi yang telah ada pada suatu masyarakat dan perbaikan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

D. Dampak Teknologi Tepat Guna

Penerapan TTG juga harus mempertimbangkan keadaan alam sekitar. Dapat diartikan bahwa dampak lingkungan yang disebabkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) harus lebih kecil dibandingkan pemakaian teknologi tradisional maupun teknologi maju. Dengan demikian manfaat dari teknologi tepat guna itu dapat dirasakan oleh masyarakat tersebut. Sebagai mana manfaat dari teknologi tepat guna adalah:

1. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin hari makin meningkat, tentu hal itu di barengi dengan kemampuan masyarakatnya yang mampu mengoperasionalkan dan memanfaatkan TTG tersebut.
2. Teknologi tepat guna mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya. Teknologi tersebut relatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masuknya teknologi baru tidak akan membebani masyarakat baik mental (ketidakmampuan skill) maupun materiil (dapat menimbulkan beban biaya yang tidak mampu dipenuhi masyarakat).
3. Teknologi tepat guna dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pekerjaan tenaga kesehatan dan klien.
4. Masyarakat mampu mempelajari, menerapkan, memelihara teknologi tepat guna tersebut.
5. Masyarakat / klien bisa lebih cepat ditangani oleh tenaga kesehatan.
6. Hasil diagnosa akan lebih akurat, cepat, dan tepat
D. Dampak Teknologi tepat guna
a. Dampak positif sebagai berikut:
1) Dengan adanya teknologi tepat guna dalam kebidanan, maka masyarakat akan mendapat kemudahan dalam menjaga kesehatan yang lebih efisien dan efektif.
2) Teknologi yang ada, dapat membuat kegiatan khususnya di dalam kebidanan akan lebih sederhana dan mudah
b. Dampak negatif sebagai berikut :
1) Jika penggunaannya teknologi tepat guna tidak sesuai dengan lingkup yang memerlukan maka itu akan sia-sia. Contoh penggunaan USG di daerah pedalaman, disana tidak orang yang mengelolanya dan tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat disana.
2) Dengan ketidaktepatan penggunaan alat tersebut maka akan berdampak buruk terhadap pasien. Contoh : penggunaan USG pada pasien dengan cara-cara yang tidak tepat.
3) Penggunaan teknologi pada daerah pedalaman dengan tenaga yang tidak ahli akan menimbulkan resiko terhadap pasien.

E. Fungsi teknologi tepat guna

Sebagai mana fungsi dari teknologi tepat guna adalah:
1. Alat kesehatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
2. Biaya yang digunakan cukup rendah dan relatif murah.
3. Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara.
4. Mengurangi kesalahan dalam mendiagnosis suatu penyakit.
F. Jenis-jenis Teknologi tepat guna
1. Bidang Transportasi.
Untuk bidang satu ini termasuk banyak teknologi yang telah dilakukan. Mulai dari ditemukannya sepeda, sepeda bermotor, mobil, pesawat, kapal dan belakangan motor atau mobil dengan bahan listrik yang ramah lingkungan. Bukan tidak mungkin jika dikemudian hari teknologi pada bidang transportasi ini semakin maju dengan temuan baru yang semakin memudahkan dan cepat.
2. Bidang Pertanian
Anda bisa melihat bagaimana tanah digarap dengan bajak. Dimana sebelumnya harus dicangkul. Pencangkulan lahan dinilai terlalu lama dan terlalu banyak orang yang diperlukan. Kemudian muncul bajak dengan memanfaatkan sapi atau kerbau sebagai penggerak. Pekerjaan menggarap tanah lebih cepat. Namun ternyata masih dianggap terlalu lama lalu muncullah trantor yang membuat penggarapan lahan pertanian lebih cepat. Belum lagi penemuan pembuatan pupuk. Mulai pupuk buatan hingga pupuk organik cair (POC) yang dinilai lebih aman bagi tanaman.

3. Bidang Usaha Kecil
Nah, bidang satu ini termasuk sangat berkembang teknologi yang dihasilkan. Jika dulu untuk mengiris bawang perlu bersusah payah menahan air mata, kini sudah ada mesin pengupas dan pengiris bawang. Tidak hanya menghindarkan dari deraian air mata, pengirisian lebih cepat dan lebih banyak. Lalu ada mesin pengiris untuk pembuatan keripik singkong, keripik ubi, keripik kentang. Siapa sangka, buah dan sayur bisa dijadikan keripik. Namun saat ini hal tersebut bukan bualan. Terdapat pengiris untuk keripik buah, terdapat mesin untuk pembuatan keripik, dimana hasilnya akan dimaksimalkan dengan mesin peniris minyak. Apapun jenis gorengan akan semakin renyah dan minim sisa minyak goreng. Padahal dahulu untuk meniriskan minyak kebanyakan menggunakan koran bekas yang belakangan diketahui berbahaya karena tinta pada koran bisa menempel pada makanan tersebut.
4. Bidang Kedokteran.
Bidang kedokteran sudah pasti ada banyak teknologi yang digunakan. Misalnya untuk memeriksa kadar kolesterol, kadar gula, fungsi pencernaan, fungsi syaraf dan lainnya ada sistem canggih yang digunakan. Menggunakan alat semacam maghnet yang digenggam kemudian langsung terhubung dengan layar komputer dan diketahui bagaimana kondisi tubuh pasien. Hal tersebut berarti tidak hanya menggunakan metode pengambilan sampel darah saja. Alhasil ada banyak alternatif untuk membandingkan hasil pemeriksaan sehingga lebih maksimal. Belum lagi teknoloti CT scan, USG dan sebagainya.
5. Bidang Pendidikan
Begitu pula bidang pendidikan. Pendidikan hanya dikenal dengan proses pengajaran di dalam kelas menggunakan papan tulis dan kapur tulis yang berdebu. Kemudian menggunakan papan tulis dengan spidol belakangan menggunakan laptop dan proyektor, pembelajaran melalui video, internet dan sebagainya.

Tugas Biologi Makalah NATA DE COCO

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan Acetobacter xylinum. Nata de coco rasanya menyegarkan dan mengandung banyak serat sehingga baik untuk pencernaan. Nata de coco juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Nata berkalori rendah (kadar serat kasar 2,5%) memiliki kandungan air 98% dengan tekstur agak kenyal, padat, kokoh, putih, dan trasparan. Serat yang ada dalam nata jenis ini sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes mengatasi masalah dehidrasi.
B. Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi, serta dengan tujuan agar pembaca dapat mengerti tentang gizi yang terkandung dalam air kelapa setelah diolah menjadi Nata de coco, serta pembaca dapat mengerti cara pembuatan Nata de coco dengan baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN

1. TINJAUAN PUSTAKA
A. Bakteri Acetobacter xylinum
Bibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula(glukosa) menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen.
Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asam asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

B. Bahan dan Alat
Bahan-bahan pembuatan nata de coco terdiri atas air kelapa, starter Acetobacter, pupuk ZA, cuka 95%, dan gula pasir. Sedangkan alat yang digunakan adalah alat penyaring, panci, kompor, baskom, nampan, gayung, dan rak untuk penyimpanan.
C. Cara Pembuatan
– Panaskan air kelapa. Masukkan pupuk, cuka, dan gula. Masak sampai mendidih.
– Masukkan ke loyang, tutup dengan kertas koran. Simpan dengan suhu 28-31 C selama 1 hari.
– Buka tutupnya sedikit, masukkan bibit bakteri sebanyak 100-150 cc. Tutup kembali. Simpan selama 6-7 hari.
– Air kelapa menjadi padat. Potong-potong dadu nata de coco tersebut.
– Rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, rebus selama 5-10 menit.
D. Kandungan nutrisi
-Sari kelapa mengandung air sekitar 98%, lemak 0,2%, kalsium 0,012%, fosfor 0,002%, vitamin B3 0,017%, serta serat pangan. Sari kelapa berperan dalam proses pencernaan yang terjadi di usus halus dan penyerapan air dalam usus besar. Makanan ini juga mengandung protein dari bakteri Acetobacter xylinum, sehingga dapat digolongkan sebagai probiotik.
E. Kemasan dan penyajian
Biasanya, nata de coco dijual dalam sirup berbagai rasa sehingga siap disantap sebagai dessert. Umumnya bentuknya dadu kecil 1 cm. Kini, selain rasa natural juga ada yang diberi rasa jeruk, vanili, leci, melon, dan strawberry. Sari kelapa enak dicampur dalam minuman es, puding, salad buah, atau bubble tea sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding bubble dari tepung tapioka.
2. CARA PEMBUATAN NATA DE COCO
A. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
1. Panci dari stenless
Berfungsi untuk wadah pemasakan
2. Pengaduk/sendok stenless
Berfungsi sebagai menghomogenkan bahan
3. Kompor
Berfungsi sebagai sumber panas
4. Timbangan
Berfungsi sebagai menimbang bahan
5. Gelas Ukur
Berfungsi untuk mengukur dalam skala kecil
6. Baki Plastik
berfungsi sebagai wadah pencetakan nata de coco
7. Koran penutup/plastic Transparan
Berfungsi sebagai penutup baki plastik
8. Karet pengikat
Berfungsi untuk mengikat plastik
9. Rak untuk baki plastik
Berfungsi untuk menyimpan baki plastik
10. Saringan
Berfungsi sebagai menyaring air kelapa
2. Bahan
– 4 liter air kelapa murni dengan pH 3-4
– 1 botol bibit bakteri Azetobacter xylinum
– 0,6 gram pupuk urea/ZA
– 20 ml cuka/liter air kelapa
– 150 gram gula/liter air kelapa
B. CARA PEMBUATAN
Berikut ini cara membuat nata de coco dari 150 liter air kelapa.
1. Menyaring air kelapa lalu memanaskan sampai mendidih setelah itu memasukkan cuka dan gula.
2. Memasukkan ke Loyang, menutup dengan koran/plastik transparan. Menyimpan dengan suhu 28-31oC selama 1 hari.
3. Membuka tutupnya sedikit, memasukkan bibit bakteri sebanyak 200 ml dan urea 0,7 gr. Menutup kembali, simpan selama 6-7 hari.
4. Seltelah air kelapa menjadi padat, memotong-motong dadu nata de coco tersebut.
5. Merendan dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, merebus selama 5-10 menit.
Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang membuat nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran.
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya sampai habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula )
3. Campuran diaduk sampai rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 minggu sampai terbentuk lapisan putih di atasnya.
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco
• Satu nampan membutuhkan 10 ml larutan starter. Simpan sekitar tujuh hari di atas rak. Selama penyimpanan pastikan nampan tidak bergoyang, karena dapat mengagalkan pembentukan nata. Suhu ruangan selama penyimpanan 28-30°C.

• Tujuh hari setelah penyimpanan lembaran nata akan terbentuk. Kulit ari yang menempel pada nata dapat dibersihkan menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah jadi nata dapat dipotong-potong berbentuk kubus berukuran kecil. Rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, rebus selama 5-10 menit.
• Nata dapat dikemas menggunakan botol atau plastik, yang telah diberi sirup gula. Adapun cara membuat sirup gula yaitu menggunakan gula pasir dan air dengan perbandingan 2:1.
3. MIKROORGANISME YANG TERLIBAT
Golongan Spesies Hasil Metabolit Kegunaan Produk Pangan
Bakteri Acetobacter Xylinum Asam asetat Fermentasi Nata Nata de coco
Bakteri Acetobacter Oxidans Asam asetat Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao Nata de cacao
Bakteri Acetobacter Rancens Asam asetat Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao Nata de cacao
Bakteri Acetobacter Aceti Asam asetat Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao Nata de cacao
Bakteri Acetobacter Melagens Asam asetat Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao Nata de cacao
4. HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN NATA DE COCO
Untuk membuat produk nata de coco hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
Untuk menghasilkan produksi nata yang maksimal perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
1. Temperatur ruang inkubasi
Temperatur ruang inkubasi harus diperhatikan karena berkaitan dengan pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada umumnya suhu fermentasi untuk pembuatan nata adalah pada suhu kamar (280C). Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mengganggu pertumbuhan bakteri pembentuk nata, yang akhirnya juga menghambat produksi nata.
2. Jenis dan konsentrasi Medium
Medium fermentasi ini harus banyak mengandung karbohidrat (gula) di samping vitamin dan mineral, karena pada hakekatnya nata tersebut adalah slime (menyerupai lendir) dari sel bakteri yang kaya selulosa yang diproduksi dari glukosa oleh bakteri Acetobacter Xylinum. Bakteri ini dalam kondisi yang optimum memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memproduksi slime sehingga slime tersebut terlepas dari sel vegetatif bakteri dan terapung-apung di permukaan medium
3. Jenis dan konsentrasi stater
Pada umumnya Acetobacter Xylinum merupakan stater yang lebih produktif dari jenis stater lainnya, sedang konsentrasi 5-10% merupakan konsentrasi yang ideal

4. Kebersihan alat
Alat-alat yang tidak steril dapat menghambat pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum. Sedangkan alat-alat yang steril dapat mendukung pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum.

5. Waktu fermentasi
Waktu fermentasi yang digunakan dalam pembuatan nata umumnya 2-4 minggu. Minggu ke-4 dari waktu fermentasi merupakan waktu yang maksimal produksi nata, yang berarti lebih dari 4 minggu, maka kualitas nata yang diproduksi akan menurun.

6. pH fermentasi
Derajat keasaman yang dibutuhkan dalam pembuatan nata adalah 3-5 atau dalam suasana asam. Pada kedua kondisi pH optimum, aktifitas enzim seringkali menurun tajam. Suatu perubahan kecil pada pH dapat menimbulkan perbedaan besar pada kecepatan beberapa reaksi enzimatis yang amat penting bagi organisme.

7. Tempat fermentasi
Tempat fermentasi sebaiknya tidak terbuat dari logam karena mudah korosif yang dapat mengganggu pertumbuhan mikroorganisme pembentuk nata. Di samping itu tempat fermentasi sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung, jauh dari sumber panas, dan harus berada dalam kondisi steril. Selain itu, dalam pembuatan nata juga harus diperhatikan bahwa selama proses pembentukan nata langsung harus dihindari gerakan atau goncangan ini akan menenggelamkan lapisan nata yang telah terbentuk dan menyebabkan terbentuknya lapisan nata yang baru yang terpisah dari nata yang pertama. Hal ini menyebabkan ketebalan produksi nata tidak standar.

BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
1. Dalam pembuatan Nata, pemberian pupuk ZA lebih baik daripada pemberian pupuk urea ataupun kombinasi dari keduanya.
2. Jumlah inokulan (starter) yang diberikan berpengaruh pada proses pembuatan Nata seperti pada praktikum kali ini, berat produksi Nata pada pemberian inokulum bibit Aceobacter sebanyak 5 ml lebih besar dari pada pemberian bibit sebanyak 10 ml.
3. Tempat inkubasi memberikan pengaruh terhadap produksi Nata dimana jumlah Nata yang diproduksi lebih baik dan lebih banyak ketika pada proses pembuatan Nata, wadah media dalam keadaan statis daripada digoyang
2. SARAN
Saran yang dapat saya sampaikan dalam praktikum kali ini sebaiknya semua bahan yang diperlukan disiapkan dengan baik sehingga tidak akan mengganggu jalannya proses. Selain itu kerjasama antar siswa harus bisa ditingkatkan agar tidak hanya mengndalkan satu atau dua orang saja

PENGERTIAN DAN JENIS Tembung Macapat (tugas bhs jawa)

Pengertian Tembung Macapat

Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru lagu.[1] Macapat dengan nama lain juga bisa ditemukan dalam kebudayaan Bali[2], Sasak[3], Madura[4], dan Sunda. Selain itu macapat juga pernah ditemukan di Palembang[5] dan Banjarmasin.[6] Biasanya macapat diartikan sebagai maca papat-papat (membaca empat-empat), yaitu maksudnya cara membaca terjalin tiap empat suku kata.
Jenis Jenis macapat
1. MIJIL
Mijil artinya lahir.Hasil dari olah jiwa dan raga laki-laki dan perempuan menghasilkan si jabang bayi. Setelah 9 bulan lamanya berada di rahim sang ibu, sudah menjadi kehendak Hyang Widhi si jabang bayi lahir ke bumi. Disambut tangisan membahana waktu pertama merasakan betapa tidak nyamannya berada di alam mercapadha.Sang bayi terlanjur enak hidup di zaman dwaparayuga, namun harusnetepi titah Gusti untuk lahir ke bumi. Sang bayi mengenal bahasa universal pertama kali dengan tangisan memilukan hati.Tangisan yang polos, tulus, dan alamiah bagaikan kekuatan getaranmantra tanpa tinulis. Kini orang tua bergembira hati, setelah sembilan bulan lamanya menjaga sikap dan laku prihatin agar sang rena (ibu) dan si ponang (bayi) lahir dengan selamat. Puja puji selalu dipanjat agar mendapat rahmat Tuhan Yang Maha Pemberi Rahmat atas lahirnya si jabang bayi idaman hati.
Tembang Mijil ngemu sifal : prihatin, ngemurasa, lega
2. MASKUMAMBANG
Setelah lahir si jabang bayi, membuat hati orang tua bahagia tak terperi. Tiap hari suka ngudang melihat tingkah polah sang bayi yang lucu dan menggemaskan. Senyum si jabang bayi membuat riang bergembira yang memandang. Setiap saat sang bapa melantunkan tembang pertanda hati senang dan jiwanya terang. Takjub memandang kehidupan baru yang sangat menantang.Namun selalu waspada jangan sampai si ponang menangis dan demam hingga kejang.Orang tua takut kehilangan si ponang, dijaganya malam dan siang agar jangan sampai meregang.Buah hati bagaikan emas segantang. Menjadi tumpuan dan harapan kedua orang tuannya mengukir masa depan. Kelak jika sudah dewasa jadilah anak berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa.
Tembang maskumambang ngemu sifat : ngeres, nelangsa.
3. KINANTI
Semula berujud jabang bayi merah merekah, lalu berkembang menjadi anak yang selalu dikanthi-kanthi kinantenan orang tuannya sebagai anugrah dan berkah.Buah hati menjadi tumpuan dan harapan.Agar segala asa dan harapan tercipta, orang tua selalu membimbing dan mendampingi buah hati tercintanya.Buah hati bagaikan jembatan, yang dapat menyambung dan mempererat cinta kasih suami istri.Buah hati menjadi anugrah ilahi yang harus dijaga siang ratri. Dikanthi-kanthi (diarahkan dan dibimbing) agar menjadi manusia sejati.Yang selalu menjaga bumi pertiwi.
Tembang kinanthi ngemu sifat : tresna, asih, seneng.
4. SINOM
Sinom isih enom. Jabang bayi berkembang menjadi remaja sang pujaan dan dambaan orang tua dan keluarga. Manusia yang masih muda usia. Orang tua menjadi gelisah, siang malam selalu berdoa dan menjaga agar pergaulannya tidak salah arah. Walupun badan sudah besar namun remaja belajar hidup masih susah. Pengalamannya belum banyak, batinnya belum matang, masih sering salah menentukan arah dan langkah. Maka segala tindak tanduk menjadi pertanyaan sang bapa dan ibu. Dasar manusia masih enom (muda) hidupnya sering salah kaprah.
Tembang sinom ngemu sifat : grapyak.
5. DHANDHANGGULA
Remaja beranjak menjadi dewasa.Segala lamunan berubah ingin berkelana.Mencoba hal-hal yang belum pernah dirasa.Biarpun dilarang agama, budaya dan orang tua, anak dewasa tetap ingin mencobanya.Angan dan asa gemar melamun dalam keindahan dunia fana.Tak sadar jiwa dan raga menjadi tersiksa. Bagi anak baru dewasa, yang manis adalah gemerlap dunia dan menuruti nafsu angkara, jika perlu malah berani melawan orang tua. Anak baru dewasa, remaja bukan dewasa juga belum, masih sering terperdaya bujukan nafsu angkara dan nikmat dunia. Sering pula ditakut-takuti api neraka, namun tak akan membuat sikapnya menjadi jera. Tak mau mengikuti kareping rahsa, yang ada selalu nguja hawa.Anak dewasa merasa rugi bila tak mengecap manisnya dunia.Tak peduli orang tua terlunta, yang penting hati senang gembira.Tak sadar tindak tanduknya bikin celaka, bagi diri sendiri, orang tua dan keluarga.Cita-citanya setinggi langit, sebentar-sebentar minta duit, tak mau hidup irit.Jika tersinggung langsung sengit.Enggan berusaha yang penting apa-apa harus tersedia. Jiwanya masih muda, mudah sekali tergoda api asmara. Lihat celana saja menjadi bergemuruh rasa di dada.Anak dewasa sering bikin orang tua ngelus dada.Bagaimanapun juga mereka buah dada hati yang dicinta.Itulah sebabnya orang tua tak punya rasa benci kepada pujaan hati. Hati-hati bimbing anak muda yang belum mampu membuka panca indera, salah-salah justru bisa celaka semuanya
Tembang dhandhanggula ngemu sifat : luwes, ngresepake.
6. ASMARANDANA
Asmaradana atau asmara dahana yakni api asmara yang membakar jiwa dan raga. Kehidupannya digerakkan oleh motifasi harapan dan asa asmara. Seolah dunia ini miliknya saja. Membayangkan dirinya bagaikan sang pujangga atau pangeran muda. Apa yang dicitakan haruslah terlaksana, tak pandang bulu apa akibatnya. Hidup menjadi terasa semakin hidup lantaran gema asmara membahana dari dalam dada. Biarlah asmara membakar semangat hidupnya, yang penting jangan sampai terlena. Jika tidak, akan menderita dikejar-kejar tanggungjawab hamil muda. Sebaliknya akan hidup mulia dan tergapai cita-citanya. Maka sudah menjadi tugas orang tua membimbing mengarahkan agar tidak salah memilih idola. Sebab sebentar lagi akan memasuki gerbang kehidupan baru yang mungkin akan banyak mengharu biru. Seyogyanya suka meniru tindak tanduk sang gurulaku, yang sabar membimbing setiap waktu dan tak pernah menggerutu. Jangan suka berpangku namun pandailah memanfaatkan waktu. Agar cita-cita dapat dituju. Asmaradana adalah saat-saat yang menjadi penentu, apakah dirimu akan menjadi orang bermutu, atau polisi akan memburu dirimu. Salah-salah gagal menjadi menantu, malah akan menjadi seteru.
Tembang asmarandana ngemu sifat : kesemsem.
7. GAMBUH
Gambuh atau Gampang Nambuh, sikap angkuh serta acuh tak acuh, seolah sudah menjadi orang yang teguh, ampuh dan keluarganya tak akan runtuh. Belum pandai sudah berlagak pintar.Padahal otaknya buyar matanya nanar merasa cita-citanya sudah bersinar.Menjadikannya tak pandai melihat mana yang salah dan benar.Di mana-mana ingin diakui bak pejuang, walau hatinya tak lapang.Pahlawan bukanlah orang yang berani mati, sebaliknya berani hidup menjadi manusia sejati.Sulitnya mencari jati diri kemana-mana terus berlari tanpa henti. Memperoleh sedikit sudah dirasakan banyak, membuat sikapnya mentang-mentang bagaikan sang pemenang. Sulit mawas diri, mengukur diri terlalu tinggi.Ilmu yang didapatkannya seolah menjadi senjata ampuh tiada tertandingi lagi.Padahal pemahamannya sebatas kata orang.Alias belum bisa menjalani dan menghayati. Bila merasa ada yang kurang, menjadikannya sakit hati dan rendah diri. Jika tak tahan ia akan berlari menjauh mengasingkan diri. Menjadi pemuda pemudi yang jauh dari anugrah ilahi.Maka, belajarlah dengan teliti dan hati-hati.Jangan menjadi orang yang mudah gumunan dan kagetan.Bila sudah paham hayatilah dalam setiap perbuatan.Agar ditemukan dirimu yang sejati sebelum raga yang dibangga-banggakan itu menjadi mati.
Tembang gambuh ngemu sifat : semanak, lucu, guyon.
8. DURMA
Munduring tata krama. Dalam cerita wayang purwa dikenal banyak tokoh dari kalangan “hitam” yang jahat. Sebut saja misalnya Dursasana, Durmagati,Duryudana. Dalam terminologi Jawa dikenal berbagai istilah menggunakan suku kata dur/ dura (nglengkara) yang mewakili makna negatif (awon). Sebut saja misalnya : duraatmoko, duroko, dursila, dura sengkara, duracara (bicara buruk), durajaya,dursahasya, durmala, durniti, durta, durtama, udur, dst. Tembang Durma, diciptakan untuk mengingatkan sekaligus menggambarkan keadaan manusia yang cenderung berbuat buruk atau jahat. Manusia gemar udur atau cekcok, cari menang dan benernya sendiri, tak mau memahami perasaan orang lain. Sementara manusia cendrung mengikuti hawa nafsu yang dirasakan sendiri (nuruti rahsaning karep). Walaupun merugikan orang lain tidak peduli lagi. Nasehat bapa-ibu sudah tidak digubris dan dihiraukan lagi.Lupa diri selalu merasa iri hati.Manusia walaupun tidak mau disakiti, namun gemar menyakiti hati.Suka berdalih niatnya baik, namun tak peduli caranya yang kurang baik.Begitulah keadaan manusia di planet bumi, suka bertengkar, emosi, tak terkendali, mencelakai, dan menyakiti.Maka hati-hatilah, yang selalu eling dan waspadha.
Tembang durma ngemu sifat : galak, nesu.
9. PANGKUR
Bila usia telah uzur, datanglah penyesalan. Manusia menoleh kebelakang (mungkur) merenungkan apa yang dilakukan pada masa lalu. Manusia terlambat mengkoreksi diri, kadang kaget atas apa yang pernah ia lakukan, hingga kini yang ada tinggalah menyesali diri. Kenapa dulu tidak begini tidak begitu. Merasa diri menjadi manusia renta yang hina dina sudah tak berguna. Anak cucu kadang menggoda, masih meminta-minta sementara sudah tak punya lagi sesuatu yang berharga.Hidup merana yang dia punya tinggalah penyakit tua.Siang malam selalu berdoa saja, sedangkan raga tak mampu berbuat apa-apa. Hidup enggan mati pun sungkan. Lantas bingung mau berbuat apa. Ke sana-ke mari ingin mengaji, tak tahu jati diri, memalukan seharusnya sudah menjadi guru ngaji. Tabungan menghilang sementara penyakit kian meradang.Lebih banyak waktu untuk telentang di atas ranjang.Jangankan teriak lantang, anunya pun sudah tak bisa tegang, yang ada hanyalah mengerang terasa nyawa hendak melayang.Sanak kadhang enggan datang, karena ingat ulahnya di masa lalu yang gemar mentang-mentang. Rasain loh bentar lagi menjadi bathang..!!
Tembang pangkur ngemu sifat : nepsu kang prihatin.
10. MEGATRUH
Megat ruh, artinya putusnya nyawa dari raga.Jika pegat tanpa aruh-aruh. Datanya ajal akan tiba sekonyong-konyong. Tanpa kompromi sehingga manusia banyak yang disesali. Sudah terlambat untuk memperbaiki diri.Terlanjur tak paham jati diri.Selama ini menyembah tuhan penuh dengan pamrih dalam hati, karena takut neraka dan berharap-harap pahala surga.Kaget setengah mati saat mengerti kehidupan yang sejati.Betapa kebaikan di dunia menjadi penentu yang sangat berarti.Untuk menggapai kemuliaan yang sejati dalam kehidupan yang azali abadi.Duh Gusti, jadi begini, kenapa diri ini sewaktu masih muda hidup di dunia fana, sewaktu masih kuat dan bertenaga, namun tidak melakukan kebaikan kepada sesama.Menyesali diri ingat dulu kala telah menjadi durjana.Sembahyangnya rajin namun tak sadar sering mencelakai dan menyakiti hati sesama manusia.Kini telah tiba saatnya menebus segala dosa, sedih sekali ingat tak berbekal pahala. Harapan akan masuk surga, telah sirna tertutup bayangan neraka menganga di depan mata. Di saat ini manusia baru menjadi saksi mati, betapa penyakit hati menjadi penentu dalam meraih kemuliaan hidup yang sejati.Manusia tak sadar diri sering merasa benci, iri hati, dan dengki. Seolah menjadi yang paling benar, apapun tindakanya ia merasa paling pintar, namun segala keburukannya dianggapnya demi membela diri. Kini dalam kehidupan yang sejati, sungguh baru bisa dimengerti, penyakit hati sangat merugikan diri sendiri. Duh Gusti…!
Tembang megatruh ngemu sifat : getun, nglangut.
11. POCUNG
Pocung atau pocong adalah orang yang telah mati lalu dibungkus kain kafan.Itulah batas antara kehidupan mercapadha yang panas dan rusak dengan kehidupan yang sejati dan abadi.Bagi orang yang baik kematian justru menyenangkan sebagai kelahirannya kembali, dan merasa kapok hidup di dunia yang penuh derita.Saat nyawa meregang, rasa bahagia bagai lenyapkan dahaga mereguk embun pagi.Bahagia sekali disambut dan dijemput para leluhurnya sendiri.Berkumpul lagi di alam yang abadi azali.Kehidupan baru setelah raganya mati.
Tak terasa bila diri telah mati.Yang dirasa semua orang kok tak mengenalinya lagi.Rasa sakit hilang badan menjadi ringan.Heran melihat raga sendiri dibungkus dengan kain kafan. Sentuh sana sentuh sini tak ada yang mengerti. Di sana-di sini ketemu orang yang menangisi. Ada apa kok jadi begini, merasa heran kenapa sudah bahagia dan senang kok masih ditangisi. Ketemunya para kadhang yang telah lama nyawanya meregang.Dalam dimensi yang tenang, hawanya sejuk tak terbayang.Kemana mau pergi terasa dekat sekali.Tak ada lagi rasa lelah otot menegang.Belum juga sadar bahwa diri telah mati. Hingga beberapa hari barulah sadar..oh jasad ini telah mati. Yang abadi tinggalah roh yang suci.

Buta Warna Terjadi Karena Ketrunan ?

Buta warna yang terjadi karena keturunan/genetik lebih banyak dialami laki-laki. Dalam suatu penelitian, 1 dari 12 orang laki-laki mengalami buta warna, sementara 1 dari 200 orang perempuan mengalami buta warna.

index

Buta warna karena keturunan terjadi secara criss cross inheritance (penurunan silang), yaitu seorang ayah yang buta warna akan menurunkan sifat buta warnanya itu kepada anak perempuannya, sementara ibu yang memiliki sifat buta warna akan menurunkan sifat buta warnanya kepada anak laki-lakinya.

Sebagaimana diketahui, kromosom seorang perempuan adalah XX, sedang seorang laki-laki adalah XY. Gen buta warna termasuk gen resesif, artinya tidak akan tampak jika bertemu dengan gen normal yang sifatnya dominan.

Gen buta warna selalu terpaut pada kromosom X, akibatnya, terkait buta warna, seorang perempuan mempunyai tiga kemungkinan: normal dan tidak menurunkan sifat buta warna untuk semua anaknya, normal tapi mampu menurunkan sifat buta warna pada anak laki-lakinya, serta kemungkinan ketiga ia mengalami buta warna dan menurunkannya kepada anak laki-lakinya. Seorang perempuan yang buta warna bisa dipastikan akan memiliki anak laki-laki yang buta warna.
Sementara seorang laki-laki hanya ada dua kemungkinan, yaitu normal dan tidak menurunkan sifat buta warna kepada anak-anaknya, atau kemungkinan kedua ia mengalami buta warna dan menurunkan sifat buta warnanya kepada anak perempuannya.

CERPEN Melodi Yang Hilang

Hujan baru saja menampakkan dirinya di bumi, Melody terdiam sambil memejamkan matanya di sudut kamarnya. Kenangan-kenangan itu kembali terlintas. Senyumannya. Musik. Janji yang tak ditepati. Dan air mata.
“Masihkah kau ingat denganku? Masihkah kau ingat dengan kenangan
kita? Masihkah kau ingat dengan janji yang pernah kau ucapkan? Aku rindu dengan melodimu”.
Hujan turun bersama memori-memori yang membuat Melody kembali teringat terhadap seseorang. Seseorang yang telah pergi darinya, meninggalkannya tanpa kabar. Fiky, sahabatnya pindah bersama kedua orangtuanya ke luar kota.
Beberapa bulan yang lalu ketika pulang sekolah, Fiky dan Melody jalan-jalan ke taman.
“Melody, impian kamu menjadi seorang apa?” tanya Fiky.
Melody hanya tersenyum sambil memandang langit. Kemudian Fiky mengulangi kembali pertanyaannya.
“Dulu aku pernah bermimpi menjadi seorang penulis. Tapi kini mimpi itu telah berubah. Kini, impianku adalah menjadi seorang penyanyi yang murah hati.” jawab Melody.
“Hmm.. Kalau impianmu adalah menjadi seorang penyanyi… Maka impianku adalah menjadi seseorang yang dapat mengiringimu bernyanyi.” kata Fiky sambil tersenym menatap Melody.
“Janji?” tanya Melody. “Yaa, aku janji.” balas Fiky.
Setelah menghabiskan waktunya di taman, mereka pun pulang. Dan setelah perjanjian itu, hampir disetiap hari Minggu mereka menghabisan waktunya untuk berlatih di studio musik dekat rumah Melody, Fiky mengiringi suara merdu Melody dengan melodi indah dari gitarnya. Dan saat itulah musik menjadi perbincangan sehari-hari mereka.
Suatu hari dihari Jumat, Fiky mengatakan ke Melody bahwa besok ia tidak masuk sekolah karena ada hal yang harus dia selesaikan, dan dia berjanji untuk bertemu kembali dengan Melody pada hari Minggu di studio tempat mereka biasa latihan.
Ketika hari Minggu tiba, Melody bergegas menuju studio itu dengan rasa senang karena sudah dua minggu mereka tidak latihan bersama. Sesampainya di sana, Fiky belum datang.
Melody tidak memulai latihannya karena ia menunggu kedatangan Fiky, sembari menunggu kedatangannya, Melody memutar musik. Setelah lama menunggu, Fiky tak juga datang. Namun Melody tetap sabar menunggu kedatangannya.
Tiba-tiba pintu studio terbuka, dengan senang Melody melihat ke arah pintu dan berharap yang datang adalah Fiky. Namun yang menampakkan diri bukanlah Fiky,tapi petugas studio yang membawa sepucuk surat untuk Melody.Hujan baru saja menampakkan dirinya di bumi, Melody terdiam sambil memejamkan matanya di sudut kamarnya. Kenangan-kenangan itu kembali terlintas. Senyumannya. Musik. Janji yang tak ditepati. Dan air mata.
“Masihkah kau ingat denganku? Masihkah kau ingat dengan kenangan
kita? Masihkah kau ingat dengan janji yang pernah kau ucapkan? Aku rindu dengan melodimu”.
Hujan turun bersama memori-memori yang membuat Melody kembali teringat terhadap seseorang. Seseorang yang telah pergi darinya, meninggalkannya tanpa kabar. Fiky, sahabatnya pindah bersama kedua orangtuanya ke luar kota.
Beberapa bulan yang lalu ketika pulang sekolah, Fiky dan Melody jalan-jalan ke taman.
“Melody, impian kamu menjadi seorang apa?” tanya Fiky.
Melody hanya tersenyum sambil memandang langit. Kemudian Fiky mengulangi kembali pertanyaannya.
“Dulu aku pernah bermimpi menjadi seorang penulis. Tapi kini mimpi itu telah berubah. Kini, impianku adalah menjadi seorang penyanyi yang murah hati.” jawab Melody.
“Hmm.. Kalau impianmu adalah menjadi seorang penyanyi… Maka impianku adalah menjadi seseorang yang dapat mengiringimu bernyanyi.” kata Fiky sambil tersenym menatap Melody.
“Janji?” tanya Melody. “Yaa, aku janji.” balas Fiky.
Setelah menghabiskan waktunya di taman, mereka pun pulang. Dan setelah perjanjian itu, hampir disetiap hari Minggu mereka menghabisan waktunya untuk berlatih di studio musik dekat rumah Melody, Fiky mengiringi suara merdu Melody dengan melodi indah dari gitarnya. Dan saat itulah musik menjadi perbincangan sehari-hari mereka.
Suatu hari dihari Jumat, Fiky mengatakan ke Melody bahwa besok ia tidak masuk sekolah karena ada hal yang harus dia selesaikan, dan dia berjanji untuk bertemu kembali dengan Melody pada hari Minggu di studio tempat mereka biasa latihan.
Ketika hari Minggu tiba, Melody bergegas menuju studio itu dengan rasa senang karena sudah dua minggu mereka tidak latihan bersama. Sesampainya di sana, Fiky belum datang.
Melody tidak memulai latihannya karena ia menunggu kedatangan Fiky, sembari menunggu kedatangannya, Melody memutar musik. Setelah lama menunggu, Fiky tak juga datang. Namun Melody tetap sabar menunggu kedatangannya.
Tiba-tiba pintu studio terbuka, dengan senang Melody melihat ke arah pintu dan berharap yang datang adalah Fiky. Namun yang menampakkan diri bukanlah Fiky,tapi petugas studio yang membawa sepucuk surat untuk Melody.

“‘Melody… Maafkan kali ini aku tak dapat menemanimu latihan. Mungkin bukan cuma untuk hari ini, namun untuk seterusnya. Maafkan karena aku tak pernah menceritakan hal ini kepadamu. Aku harus pindah ke Jogja bersama kedua orangtuaku.
Melody… Aku harap kau tetap semangat meraih impianmu untuk menjadi seorang penyanyi. Semoga kita dapat bertemu lagi. Meskipun namamu lebih indah dari melodi yang ku mainkan digitarku, aku harap suatu saat aku dapat mengiringimu kembali.’ “

sahabatmu FIKY.

Karena musik yang diputar terlalu keras, Melody tak mengetahui bahwa di luar sedang hujan deras. Ia berlari keluar dari studio, membiarkan hujan membasahinya, membiarkan air matanya menyatu dengan air hujan, mengalir dan terjatuh ke tanah.
Kini, di hari Minggu, studio itu cuma terisi oleh Melody seorang diri, melodi indah yang dimainkan oleh Fiky telah hilang dan tinggal menjadi kenangan yang kadang terdengar dibenak Melody saat ia rindu dengan Fiky.

Based On True Story

Created by : Muftihatur

Tugas Agama 3 jenis tingkatan yakin

3 JENIS TINGKATAN YAKIN:

 ILMULL YAKIN
Adalah jenis yakin yang berasal dari orang lain
Contoh: kemarin terjadi kecelakaan di jalan monginsidi kata temanku
Dalam islam seperti pembelajaran agama yang hanya berupa teori atau diajarkan seperti pelajaran agama disekolah

AINUL YAKIN
Adalah jenis yakin yang kita melihat langsung kejadian itu
Contoh : kemarin aku melihat kecelakaan di jalan monginsidi
Dalam islam seperti menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA di kehidupan sehari hari

 HAQQUL YAKIN
Adalah jenis yakin yang kita mengalami kejadian tersebut langsung
Contoh : kemarin aku mengalami kecelakaan di jalan monginsidi
Dalam islam seperti menerapkan rukun iman dan islam ke kehidupan sehari-hari serta membaginya ke orang lain